Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Garuda Indonesia Jatuh dan Terbakar di「Baccarat betting」 Deli Serdang Halaman 3

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat
HaBaccarat bettingrian Baccarat bettingkompas, 9 Oktober 1997, tragedi itu terjadi akibat miskomunikasi antara menara pengendali lalu lintas Bandara Polonia dengan pilot pesawat tersebut.

Baca juga: Menengok Deretan Produk PT Pindad yang Mendunia...Baca juga: Menengok Deretan Produk PT Pindad yang Mendunia...

Namun, ketika itu terjadi miskomunikasi antara menara pengendali lalu lintas dengan pilot pesawat tersebut. Akibatnya, beberapa menit kemudian pesawat itu menabrak gunung dan terbakar dan jatuh.

Baca juga: Mengintip Spesifikasi Maung Pindad Versi Sipil yang Akan Dijual Mulai Rp 600 Jutaan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Akibat miskomunikasi itu, pesawat menabrak gunung dan terbakar dan jatuh.

Untuk diketahui, Bandara Polonia dibagi dalam tiga sektor. Sektor utara ketinggian pesawat minimal 1.500 kaki, sektor tenggara (selatan ke timur) 7.500 kaki, dan sektor barat daya (selatan ke barat) 9.500 kaki.

Radio altimeter yang baru berfungsi otomatis pada ketinggian 2.500 kaki ke bawah ini memancarkan gelombang sonar ke permukaan bumi, dipantulkan, dan ditangkap lagi oleh pesawat.

Ini dilakukan untuk persiapan masuk ke bandara lewat Medan VOR (VHF omni range).

Radius sektor ini 25 mil, dan di dalam sektor itu Garuda Indonesia turun ke ketinggian 3.000 kaki, bahkan disuruh turun lagi ke 2.000 kaki oleh menara.

Pancaran itu menyebutkan berapa tinggi pesawat dari permukaan bumi, sehingga seharusnya jika semua radio altimeter berfungsi baik (ada dua buah), pilot pasti tahu berapa ketinggian pesawatnya dari muka tanah.

VOR ini, lewat pancaran frekuensi radio tertentu yang ditangkap oleh instrumen pesawat, menunjukkan di mana arah bandara yang dituju.