Online Baccarat Sports_Sabah Sports Official Website_Blackjack Technique

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan baccarat

Sulitnya bertahan di tengah Online gamblingpandeOnline gamblingmi, Online gamblingkebun binatang sampai-sampai membuka donasi. Lewat pintu-pintu kepedulian kita, binatang-binatang bisa mendapatkan pakan. Langkah kecil kita dapat menyelamatkan mereka. Sebagai sesama makhluk hidup yang berbagi tempat di bumi ini, kita sudah sepatutnya peduli dengan para binatang. Akan tetapi, apakah cara tersebut akan efektif selamanya?

Substitusi pakan juga salah satu siasat yang cukup solutif. Biasanya, pakan hewan karnivora terdiri dari daging ayam dan sapi dengan porsi yang seimbang. Tapi, kini porsi daging ayamnya sengaja dibuat lebih banyak, sehingga pihak kebun binatang bisa menekan biaya pakan.

Cara kebun binatang bertahan di tengah pandemi | Illustration by Hipwee

Bandung Zoological Garden alami masalah yang sama. Akibat tidak ada pengunjung, kebun binatang ini sampai berencana mengorbankan hewan-hewan tertentu. Mereka memotong hewan herbivora untuk pakan hewan karnivora. Pilihan sulit harus diambil agar krisis kelaparan tidak memburuk, meski caranya mungkin menyedihkan. Skenario terburuk itu jadi pertimbangan bila kondisi kebun binatang semakin memprihatinkan.

Nasib malang kebun binatang Jurug Solo cuma contoh kecil dan paling baru. Sebelumnya, kebun binatang lain lebih dulu terjerat masalah serupa. Donasi pun jadi satu-satunya pilihan supaya para satwa tidak kelaparan.

Sejak tahun 2020 lalu, nasib kebun binatang sebenarnya mulai menghiasi pemberitaan. Sayangnya, semua berhenti sampai pemberitaan itu saja. Nasib tempat ini masih tak menentu dan kehidupan di dalamnya pun semakin suram. Bagaimana tidak? Banyak kebun binatang yang akhirnya ditutup sementara, demi mencegah kerumunan dan risiko penularan virus yang masih tinggi.

“Kita belum tahu pandemi akan berakhir, namun merawat satwa tidak boleh berakhir.” Tulisan dalam poster pembukaan donasi, dilansir dari Instagram @jurugsolozoo

Metode ini masuk ke dalam pilihan karena kebutuhan membeli daging untuk hewan karnivora memang memusingkan. Alhasil hewan herbivora seperti rusa yang tidak dilindungi menjadi santapan macan atau harimau.

Harap berlangganan  atau beli akses artikel ini untuk melanjutkan.

Nasib Medan Zoo tidak lebih beruntung. Tahun 2020 lalu, Medan Zoo telah menggalang donasi. Keputusan itu diambil setelah melihat kondisi finansial kebun binatang yang makin tipis, sedangkan para satwa mulai di ambang kelaparan. Akhinya, ide penggalangan donasi dicetuskan. Berkat kepedulian-kepedulian sukarelawan, Medan Zoo bisa bernapas lebih panjang.

Namun, masalah nggak selesai hanya dengan menutup kebun binatang saja. Penutupan itu malah menimbulkan masalah baru yang menuntut solusi secepatnya. Lantaran tidak ada pemasukan, pihak kebun binatang kebingungan mencari pakan untuk hewan-hewan. Menggalang donasi jadi opsi setelah keadaan semakin mendesak.

Nasib para satwa di kebun binatang selama pandemi | Photo by Butterflystroke on Pixabay

Akan tetapi, pandemi nggak cuma bikin kita saja yang merana. Selama ini, nasib kebun binatang sering kali luput dibicarakan, padahal nyawa di dalamnya juga terancam. Penutupan kebun binatang terjadi di mana-mana, pemasukan nol dan biaya operasional pun minus. Imbasnya, hewan-hewan di dalamnya pun dibayang-bayangi krisis kelaparan.

Namun, mengandalkan solidaritas semata tidak cukup. Kebun binatang tak bisa selamanya bergantung pada donasi. Kebun binatang juga tidak bisa terus-menerus menyiasati pakan satwa. Mustahil pula bila pihak kebun binatang terus mengorbankan satwa herbivora. Perlu suntikan dana yang lebih besar agar kebun binatang punya masa depan. Pemerintah harus turun tangan membuat peraturan atau kebijakan yang menyelamatkan kebun binatang dari jurang kolaps dan kelaparan. Jadi, manusia dan hewan bisa melewati masa pandemi yang sulit ini bersama-sama.

Rusa jadi pakan untuk satwa karnivora agar kebun binatang tetap bertahan | Credit: Wikimedia



Lanjut baca dengan login terlebih dahulu.

Masalah kebun binatang nyatanya bukan hanya dihadapi Indonesia. Beberapa kebun binatang di Jerman juga ngos-ngosan di masa pandemi ini. Ancaman kelaparan seolah siap menghadang. Bahkan kebun binatang Jerman mengorbankan satwa herbivora juga untuk pakan. Bila situasi makin buruk dan tidak ada harapan, satwa-satwa akan dijual.

Misalnya, sejak ditutup pada bulan Februari 2020 lalu, Jurug Solo Zoo nggak dapat pemasukan. Sementara itu, perawatan satwa harus tetap berjalan. Kondisi dilematis ini tentu serba sulit. Apapun yang terjadi, para satwa harus makan. Sehingga, berbagai cara tetap ditempuh pihak kebun binatang untuk mendapatkan jalan keluar, termasuk membuka donasi mulai dari Rp5000,00.

Di masa-masa sulit seperti sekarang, rasa cinta dan peduli bisa mengubah keadaan jadi lebih baik. Dengan kepedulian dan cinta, hati kita terketuk untuk saling menolong sesama makhluk hidup. Uluran tangan kita mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat besar. Kita bisa menyelamatkan hidup orang lain maupun binatang. Makanya, semangat solidaritas ini perlu tetap dijaga agar bisa sama-sama bertahan.

Salah besar kalau manusia adalah satu-satunya korban di tengah wabah virus Corona. Kita memang menderita gara-gara virus ini. Setelah dua tahun berselang, kita masih terjebak dalam situasi yang rumit dan pelik. Bahkan, pandemi masih belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai. Bisa bertahan hidup hingga detik ini merupakan pencapaian plus keberuntungan yang luar biasa.

Pemerintah Malaysa bisa dibilang lebih cekatan merespons masalah kebun binatang. Pihaknya menyalurkan bantuan sampai 1,3 juta ringgit untuk Zoo Negara. Nominal uang tersebut dipakai untuk memenuhi kebutuhan pakan binatang. Selama pembatasan sosial, pemerintah Malaysia akan memberikan bantuan secara bertahap ke kebun binatang lainnya.